Depan » Dari D'Gank » MAMOKO - Rising Star Keybordist di DGANK
MAMOKO - Rising Star Keybordist di DGANK

Artikel Sebelumnya
Oke, marilah kita telusuri jejak rekam pria yang punya logat jawa kental ini. Nama lengkapnya Marcelius Kuswidiatmoko Manunggal. Kawan-kawannya memanggilnya Mamoko. “Simpel aja!” katanya. Cowok lajang kelahiran Magelang, 22 Mei 1985 ini sejak kecil memang menyukai musik. Menariknya, apa yang dipejajari pertama dengan kuliahnya, berbeda.
“Pertama saya main musik dan ngeband, gitar adalah alat pertama yang saya kuasai,” tukas cowok yang kerap dianggap ‘anak bawang’ di Dgank, lantaran usianya paling ‘berondong’.
Moko sendiri mengaku mulai ngeband ketika masih SMP. “Kebanyakan memang untuk festival saja sih, tidak terlalu banyak yang untuk serius,” ucapnya. Tak Heran, skill Mamoko yang bisa dibilang “bagus” kurang terendus di kampung halamannya sendiri.
Ingin serius di musik, Mamokio akhirnya memutuskan kuliah di Institut Seni Indonesia [ISI] di Jogjakarta. Di kampus ini, Moko memilih jurusan musik dan spesialisasi piano klasik. Permainannya yang ekpresif tapi menguasai skill, menarik perhatian Dwiki Dharmawan, pentolan Krakatau. Sampai akhirnya, dalam beberapa perhelatan orkestrasi Dwiki, Mamoko akhirnya diajak sebagai session player, sampai sekarang.
Sempat membentuk band bernama Jero Raos, Mamoko terhitung belum punya jam terbang yang banyak di industri. Soal pliha ngeband, daripada sekadar jadi player cabutan, Moko punya alasan. “DI Band, saya bisa berekspresi dengan ide-ide yang bebas. Attitude anak band juga menurut saya asik karena punya kebersamaan yang kuat,” jelas penyuka topi dan kacamata ini kalem. Ide lain yang cukup nyeleneh dan pernah dilakukannya adalah membentuk band dengan formasi 4 kibordis dan 1 gitar, vokal dan drum.
Beberapa karya yang sudah lahir dari tangannya adalah Hitam Putih Bag.1 (untuk Syntheiser and Gamelan), Blues March Un Da (untuk Solo Piano and Drum Set), dan Selamat Tidur (untuk Solo Guitar). Selain itu juga beberapa lagu pop seperi ‘Hey Kamu’ yang sempat dipublikasikan bareng band awalnya, JERUK.
Bergabung di DGANK membuatnya menemukan keluarga baru. Meski terhitung paling bontot, tapi harmonisasi yang dimainkannya, memberi warna yang cukup kental pada aransemen DGANK.
Harapannya bareng DGANK, tidak muluk-muluk. “Saya berharap bisa tetap berkarya dan menjadi rumah terakhir dalam bermusik, meskipun bukan karya terakhir” jelas cowok yang kini didapuk sebagai ikon DGANK. Ada yang mau kenal? [joko-dgank]

Ditulis oleh : admin, Senin, 3 Agustus 2009